Waspada Bahaya Kalori Kosong Pada Anak

Kalori kosong pada anak

 

Anda pernah mendengar istilah kalori kosong? Ternyata, terlalu banyak mengonsumsi kalori kosong bisa menjadi penyebab anak tidak mau makan makanan berat. Tapi berbicara soal kalori kosong, apa sih sebenarnya arti dari istilah ini?

Apa itu Kalori Kosong?


Kalori kosong adalah makanan dengan nilai gizi sangat sedikit, bahkan hampir tidak mengandung serat, protein, vitamin, dan mineral. Biasanya kalori kosong ada pada makanan yang banyak lemak padat dengan gula tambahan.

Adapun contoh makanan kalori kosong seperti: 

  • makanan penutup berbasis karbohidrat, seperti kue, cookie, biskuit, donat, muffin, granola bar, dan banyak lagi
  • minuman manis, termasuk soda, minuman energi
  • permen batangan bertekstur padat dan coklat, 
  • beberapa jenis olahan daging seperti sosis dan hotdog
  • beberapa produk berlemak penuh, seperti mentega, shortening, dan es krim
  • bumbu, seperti saus tomat dan saus barbekyu
  • makanan cepat saji, termasuk burger, wraps, pizza, dan lainnya.

Jika anak Anda sering mengkonsumsi makanan dengan kalori kosong (karena terbiasa menikmati pemanis buatan dengan rasa yang mereka sukai), maka ini bisa menjadi penyebab anak tidak mau makan makanan sehat yang Anda berikan untuknya.
 

Bahaya Makanan dengan Kalori Kosong


Makanan kalori kosong berbahaya untuk tubuh anak Anda, selain itu juga bisa mempengaruhi tumbuh kembang mereka. Yuk cek apa saja bahaya makanan dengan kalori kosong terhadap tubuh anak. 

1. Daya Tahan Tubuh Berkurang 
Saat masa pertumbuhan, anak membutuhkan pasokan gizi yang pas agar sistem di dalam tubuh mereka berfungsi secara optimal, jika tidak terpenuhi maka akan ada penurunan sistem imun tubuh pada anak, akibatnya anak lebih rentan terinfeksi penyakit. 

2. Diabetes
Makanan dengan kalori kosong dapat menyebabkan obesitas. Jika kondisi tersebut terus terjadi, beberapa organ di dalam tubuh bisa mengalami gangguan. Jika gangguan terjadi di organ pankreas, maka fungsinya untuk memproduksi insulin bisa terhambat. Akibatnya, gula darah di dalam tubuh akan cenderung tinggi.

4. Obesitas
Semakin banyak kalori masuk ke tubuh anak, semakin besar terjadinya penumpukan lemak di tubuh yang membuat anak berisiko obesitas. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal American Medical Association menyatakan bahwa lebih dari 23 juta anak dan remaja di Amerika mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Hal ini tidak mengherankan karena sekitar 40% kalori yang dikonsumsi oleh anak usia 2 hingga 18 tahun adalah jenis kalori ‘kosong’, yaitu tidak mengandung zat gizi dan merupakan sumber lemak serta gula.
 

Sumber Kalori yang Baik untuk Anak

Untuk meningkatkan kesehatan tubuh anak, Ibu memang harus teliti dan menjaga pola makan anak jadi lebih sehat. Berikut beberapa sumber kalori yang baik untuk pertumbuhan anak, seperti: 

  • Sumber karbohidrat: kentang, pasta, nasi, roti gandum
  • Susu dan produk susu yang rendah lemak
  • Sumber protein: daging, ikan, telur, dan kacang-kacangan
  • Buah dan sayur yang kaya akan serat

Anda harus cermat menghitung jumlah kebutuhan kalori harian anak dari setiap makanan dan minuman yang diberikan. Kebutuhan kalori setiap anak tentu saja berbeda-beda tergantung pada usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas anak. Pastinya semakin bertambah usia, kebutuhan kalorinya pun bertambah. 

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi yang telah ditetapkan oleh Kemenkes RI lewat Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2013, inilah jumlah kebutuhan kalori anak setiap hari:

  • Usia 1-3 tahun: 1125 Kkal per hari
  • Usia 4-6 tahun: 1600 Kkal per hari
  • Usia 7-9 tahun: 1850 Kkal per hari
     

Susu untuk Kebutuhan Nutrisi Anak 

Demi memenuhi kebutuhannya, Ibu bisa memberikan anak susu. Agar kebutuhan nutrisinya tercukupi, susu anak susah makan yang baik salah satunya adalah dengan memberinya susu whey protein karena protein whey mampu menjaga daya tahan tubuh dan membuat sistem imun si kecil dapat bekerja dengan baik. Anda dapat memilih susu yang mengandung protein whey khusus anak agar sistem imunnya tetap terjaga dan terhindar dari berbagai jenis penyakit. 

Anda bisa memahami terlebih dahulu tentang bagaimana cara minum susu whey protein untuk anak sesuai kebutuhannya. Anak-anak punya kebutuhan protein yang berbeda sesuai dengan usianya sebagai berikut: 

  • Usia 2-3 tahun: 13 gram
  • Usia 4-8 tahun: 19 gram
  • Usia 9-13 tahun: 34 gram

Kebutuhan setiap anak tentunya berbeda, cara minum susu whey protein juga harus sesuai dengan kebutuhan asupan nutrisi harian anak, usia, dan berat badannya. 

Ada pula takaran cara minum susu whey protein untuk si Kecil sesuai tahapan usianya adalah:

  • Anak-anak di bawah usia 2-3 tahun mengkonsumsi setidaknya 2 cangkir susu setiap hari.
  • Anak-anak berusia 4-8 tahun mengkonsumsi setidaknya 2,5 gelas susu setiap hari. 
  • Anak-anak berusia 9 tahun ke atas mengkonsumsi setidaknya 3 gelas susu setiap hari.

Setelah mengetahui cara minum susu whey protein untuk anak, Nutren Junior bisa menjadi pilihan tepat sebagai susu anak susah makan karena mengandung semua nutrisi penting yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak mulai dari protein (dalam bentuk protein whey yang juga kaya akan antioksidan dan sistein untuk mendukung sistem imun tubuh si Kecil), lemak baik (omega 3, omega 6, dan DHA), 9 mineral (termasuk kalsium dan zat besi), dan 13 vitamin(termasuk vitamin D dan vitamin C).

Anda sudah tahu kan apa itu kalori kosong? Selain berbahaya untuk tubuh anak, juga bisa  jadi penyebab anak tidak mau makan. Yuk, perhatikan kembali asupan nutrisi pada makanan anak agar pertumbuhannya bisa optimal. 

Sumber:
1. https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/4-pertanyaan-umum-seputar-kalori-makanan/ 
2. https://www.ibudanbalita.com/forum/diskusi/Obesitas-Anak-akibat-Kalori-Kosong 
3.https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/11/073724620/berapa-banyak-kalori-yang-dibutuhkan-anak-setiap-hari?page=all 

Additional source:
1. https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/4-pertanyaan-umum-seputar-kalori-makanan/ 
2. https://www.ibudanbalita.com/forum/diskusi/Obesitas-Anak-akibat-Kalori-Kosong 
3.https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/11/073724620/berapa-banyak-kalori-yang-dibutuhkan-anak-setiap-hari?page=all