7 Tips Menambah Berat Badan Anak dengan Mudah dan Efektif

Susu penambah berat badan anak

Anda pasti ingin melihat anak tumbuh dengan sehat dan bahagia. Anda akan terus memantau pertumbuhan anak, termasuk memperhatikan berat badan ideal sesuai dengan tahapan usianya.

Namun, kadang ada saja tantangan yang membuat anak susah makan, yang membuat berat badan anak jadi kurang maksimal. 
Dalam artikel kali ini, Anda akan diajak untuk mengenali beberapa tips meningkatkan berat badan anak karena berat badan ideal membuat si kecil tumbuh jadi anak yang lebih tangguh. Yuk kita bahas satu persatu.
 

Berat Badan Ideal untuk Anak Berdasarkan Usianya 

Anda harus rajin mengontrol pertumbuhan anak secara rutin. Menurut dr. Ursula Penny Putrikrislia, pertumbuhan anak yang harus dipantau adalah berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala.
Untuk membantu Anda memantau berat badan anak, Anda bisa melihat tabel berat badan ideal anak (usia 1-5 tahun) berdasarkan World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia: 

Tabel

Anda tidak perlu panik jika setelah melihat tabel ini, ternyata berat badan anak Anda tidak sesuai dengan angka-angka tersebut. Anda bisa konsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Dokter akan memberikan saran terbaik beserta asupan nutrisi yang sebaiknya diberikan untuk anak Anda.

Selain itu, Anda harus memahami bahwa setiap anak memang memiliki pola pertumbuhan yang berbeda-beda. Ada anak yang pertumbuhannya normal dan ada juga anak yang pertumbuhannya tidak secepat anak lainnya.

Tips Menambah Berat Badan Anak

Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk membantu anak meraih berat badan ideal. Apa saja? Yuk simak sampai akhir.

1. Penuhi Kebutuhan Proteinnya

Protein adalah salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan untuk meningkatkan berat badan. Protein juga mampu mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak, memperbaiki jaringan tubuh, menjaga sistem pencernaan, sistem imun, dan membantu proses produksi energi. 

Agar mencapai berat badan ideal, anak di atas usia 2 tahun membutuhkan asupan protein minimal 13 gram per hari berdasarkan angka nilai gizi yang direkomendasikan.

Dilansir dari National Center for Biotechnology Information, protein hewani memiliki nilai biologis lebih tinggi dibandingkan dengan protein nabati—artinya tubuh dapat menyerap dan menggunakan sumber protein tersebut lebih efisien. 

Selain itu, protein whey yang umumnya terkandung dalam susu juga lebih mudah dan cepat diserap daripada jenis protein lainnya. Protein whey juga mengandung asam amino esensial yang lengkap. Penyerapannya pun lebih maksimal sehingga tubuh akan mendapat manfaat protein dengan sempurna.

2. Jangan Biarkan Anak Konsumsi Kalori Kosong 
Kekurangan asupan kalori bisa membuat anak Anda memiliki berat badan yang kurang ideal. Kenapa? Karena kalori yang terbakar saat beraktivitas lebih banyak daripada kalori yang masuk. Membahas seputar kalori, penting untuk mengetahui apa itu kalori kosong.

Dikatakan kalori kosong karena jenis makanan atau minuman tersebut tidak memiliki nilai gizi (vitamin, protein, serat, dan mineral) atau jika ada, jumlahnya sangat sedikit. Makanan dengan kalori kosong, walaupun mungkin bisa menaikkan berat badan, namun tidak bernutrisi dan kurang sehat.

3. Konsumsi Lemak Sehat

Tips menambah berat badan anak selanjutnya adalah dengan memberikan asupan lemak sehat yang cukup untuk si kecil. Lemak sehat (lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda) bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan otak dan tubuh. 
Berikut ini rekomendasi asupan lemak sehat untuk anak berdasarkan American Heart Association:

  • 30-35% kalori untuk anak usia 2-3 tahun. 
  • 25-35% kalori untuk anak dan remaja 4-18 tahun. 
  • Anak-anak juga disarankan melakukan aktivitas fisik yang aktif minimal 60 menit sehari untuk mempertahankan berat badan dan tinggi badan ideal.

Contoh jenis lemak sehat untuk anak adalah kacang-kacangan (mete, almond, kacang tanah, dll), alpukat, minyak zaitun, asam lemak omega 3 dan omega 6 termasuk ikan salmon, sarden, tuna, dll. 

4. Konsumsi Sumber Karbohidrat Sehat

Cara membuat badan anak tumbuh ideal adalah dengan memberikan asupan karbohidrat sehat. Kekurangan karbohidrat membuat pertumbuhan anak jadi kurang ideal. Kenapa? Karena karbohidrat adalah sumber energi agar semua organ tubuh dapat bekerja dengan baik sehingga anak dapat beraktivitas dengan baik.
Berikut gambaran jumlah karbohidrat dari beberapa makanan yang bagus untuk diberikan kepada anak Anda: 

  • 100 gram jagung: 25 gram karbohidrat.
  • 1 cangkir nasi merah: 36 gram karbohidrat.
  • 1 cangkir oatmeal: 27 gram karbohidrat.
  • 1 medium ubi manis panggang: 23,61 karbohidrat.
  • 1 pisang berukuran sedang: 26,95 karbohidrat.
  • 1 apel berukuran sedang: 25,13 karbohidrat.
  • Sumber karbohidrat lainnya adalah kentang, sereal, roti gandum, oatmeal, pasta, quinoa, bit, mangga, dll.

5. Berikan Anak Sayur dan Buah
Sayur dan buah mengandung vitamin, mineral, dan nutrisi esensial yang dibutuhkan anak agar mereka dapat tumbuh secara optimal. Akan tetapi, ada beberapa kondisi di mana anak susah makan sayur & buah. 

Bila begitu, cara mengatasinya adalah dengan mengolah sayur dan buah menjadi menu makanan yang menggugah selera dan enak, seperti membuat variasi set bento dengan lauk sehat, pure sayur, jus buah, smoothies sayur, nugget sayur, sop buah, pasta bayam, jagung keju, dan kreasi menu sehat buatan sendiri lainnya. 

Pilihan buah dan sayur yang tepat untuk meningkatkan berat badan anak adalah pisang, alpukat, daging kelapa, labu, kentang, kacang hijau, kacang polong, ubi yang bisa dikombinasikan dengan makanan sehat lainnya. 

6. Berikan Susu Pertumbuhan 
Susu mengandung vitamin D, kalsium, protein, dan nutrisi esensial lain untuk mendukung perkembangan tubuh anak. Susu juga membantu menyediakan lemak baik untuk pertumbuhan normal dan perkembangan otak yang optimal.
Jadi, jadikan susu sebagai salah satu menu sehat yang rutin Anda berikan untuk membantu pertumbuhan anak.

7. Konsultasi dengan Dokter Anak 
Bila penyebab anak tidak mau makan akibat kondisi medis tertentu, maka orang tua harus segera konsultasi ke dokter anak. Dokter akan membantu mengukur berat badan (BB) dan tinggi badan anak, serta memeriksa kondisi kesehatan anak secara keseluruhan. Dokter akan memberi saran kesehatan terbaik bila anak memiliki masalah kesehatan tertentu yang membuat tubuhnya tumbuh kurang optimal. 

Susu Anak Susah Makan

Salah satu rekomendasi susu anak susah makan adalah Nutren Junior dari Nestlé Health Science untuk anak 1-10 tahun. Susu Nutren Junior mengandung 50% protein whey, omega 3 dan 6, DHA, serat pangan, lemak nabati sehat, 13 vitamin, dan 9 mineral esensial lainnya. Berkat nilai gizi di dalamnya, susu pertumbuhan ini dapat membantu menjaga berat badan ideal serta mengoptimalkan asupan nutrisi buah hati Anda. 

Cara minum susu Nutren Junior adalah dengan melarutkan 3 sendok takar penuh susu (57 g) ke dalam 185 ml (1 gelas) air hangat dengan suhu tidak lebih dari 45°C. Lalu aduk rata. Anak usia 2-3 tahun dianjurkan minum 2 gelas susu per hari. Sementara anak 4-5 tahun dianjurkan minum susu setidaknya 2,5 gelas per hari untuk menaikan berat badan. Konsumsi susu pertumbuhan sesuai dengan anjuran atau sesuai petunjuk dokter/ahli gizi. 


Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Ursula Penny Putrikrislia.

 

Referensi:

  1. Disabled World. 2021. Average Height to Weight Chart: Babies to Teenagers. https://www.disabled-world.com/calculators-charts/height-weight-teens.php. (Diakses pada 24 Agustus 2021). 
  2. Gál, Kat. 2020. Fifteen healthful high-carb foods. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323110. (Diakses pada 13 September 2021).
  3. Garone, Sarah. 2021. Choosing the Best Foods to Help Your Child Gain Weight Healthily. https://www.healthline.com/health/childrens-health/weight-gain-foods-for-kids. (Diakses pada 24 Agustus 2021). 
  4. Kids Health. 2018. Nutrition Guide for Toddlers. https://kidshealth.org/en/parents/toddler-food.html. (Diakses pada 24 Agustus 2021). 
  5. Kemenkes. 2019. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2019 TENTANG ANGKA KECUKUPAN GIZI YANG DIANJURKAN UNTUK MASYARAKAT INDONESIA. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf. (Diakses pada 13 September 2021).
  6. Mawer, Rudy, MSc, CISSN. 2020. The 18 Best Healthy Foods to Gain Weight Fast. https://www.healthline.com/nutrition/18-foods-to-gain-weight. (Diakses pada 13 September 2021).
  7. Palajian, Amy. 2020. HEALTHY FAT FOODS (AND WHY WE NEED THEM). https://www.yummytoddlerfood.com/healthy-fat-foods-for-toddlers/. (Diakses pada 24 Agustus 2021). 
  8. Panoff, Lauren, MPH, RD. 2020. Protein Needs of Infants and Toddlers. https://elsenutrition.com/blogs/news/protein-needs-of-infants-and-toddlers. (Diakses pada 24 Agustus 2021). 
  9. R. Scott, Jennifer. 2021. What Is a Calorie?. https://www.verywellfit.com/what-is-a-calorie-and-why-should-i-care-3496238. (Diakses pada 24 Agustus 2021). 
  10. WHO. 2021. Weight-for-age. https://www.who.int/toolkits/child-growth-standards/standards/weight-for-age. (Diakses pada 24 Agustus 2021). 
  11. Zied, Elisa. 2014. Kids and Carbohydrates: How Low Should They Go?. https://www.parents.com/recipes/scoop-on-food/kids-and-carbohydrates-how-low-should-they-go/. (Diakses pada 24 Agustus 2021).